Senin, 15 Agustus 2011

Istiqomah Terhadap Waktu



Dan dia memeriksa burung-burung lalu berkata:
"Mengapa aku tidak melihat hud-hud1094,
apakah dia termasuk yang tidak hadir?.(27:20)
Sungguh aku benar-benar akan mengazabnya dengan azab yang keras
atau benar-benar menyembelihnya
kecuali jika benar-benar dia datang kepadaku dengan alasan yang terang".(27:21)
Qs.An Naml : 20-21
 ---------------------------------------------

Ayat diatas mengisahkan tentang kedisiplinan Nabi Sulaiman a.s. Dimana pada saat Nabi Sulaiman a.s mengumpulkan dan mengatur dengan tertib bala tentaranya yang terdiri dari golongan jin, manusia dan burung. Pada saat itu Nabi Sulaiman tidak melihat burung hud-hud (sejenis burung pelatuk), maka beliau langsung bersiap memberi hukuman jika ia datang dengan alasan yang tidak jelas.

Kisah diatas sepatutnya menjadi pelajaran bagi kita betapa pentingnya sebuah kedisiplinan yang selama ini sungguh sangat "luar biasa" di tanah merah putih ini.
Teman, ini adalah salah satu titik lemah kita saat ini, membiasakan diri agar tepat waktu sangat sulit untuk kita lakukan.
Seorang hamba Allah yang mengikrarkan diri sebagai seorang muslim sepatutnya sudah mampu menerapkan hal ini pada dirinya dengan serius.
 Teman, bukan hanya diri kita yang dirugikan akibat ketidakdisiplinan kita, tetapi kita akan merugikan orang lain yang selama ini istiqomah dengan kedisiplinnya.
Apakah kita akan ingin menjadi orang yang selalu memberikan kekecewaan bagi orang lain?

Bayangkan, ketika kita hadir terlambat pada suatu kegiatan atau bahkan pada sebuah syura (rapat), maka kegiatan tersebut akan amburadur dengan agenda yang sulit untuk ditata kembali.
rasakan betapa kecewanya teman-teman kita yang lain, yang selama ini istiqomah dalam waktunya, bayangkan betapa banyak waktu dia terbuang hanya untuk menunggu kita yang selalu menjadi langganan keterlambatan.
Jika memang kita tidak sanggup menjadi orang yang bermamfaat bagi orang lain, maka setidaknya kita menjadi orang yang tidak merugikan orang, bukankah itu kalimat yang adil???

So, terserah dengan masa lalu, yang terpenting kini dan nanti. mari sama-sama kita rubah kepedulian kita terhadap hal ini, kokohkan hati kita untuk mulai menghargai waktu. Setidaknya kita mampu menghargai waktu orang lain, jangan buat mereka menunggu.
Reaksi: