Sabtu, 15 Oktober 2011

Kawan.....Ayolah

Inilah aku sobat.....
Terimakasih atas nasehat mu kemarin....
Benar apa yang engkau katakan, itulah kelemahanku.....
Tapi apa boleh buat aku tak berdaya akan hal itu, aku belum sanggup merubahnya.
Aku tahu aku salah, aku tahu aku belum mampu menerapkan segalanya sesuai yang telah Allah gariskan dan telah menjadi fitrah jamaah kita.
Sabaaaaarrrr, mungkin aku hanya mampu berujar demikian, hingga nanti suatu saat aku mampu merubahnya........
Teruslah menasehati dan menegurku sobat.......
..........
Itu penggalan curahan hati seorang anak manusia setelah iya mendapat nasihat dari seorang sahabatnya. Dia menerima apa yang sahabatnya nasihatkan, tapi dia tidak mampu untuk melakukannya.
Kawan, inilah feomena kita hari ini, ketika sang sahabat mampu memberanikan diri untuk mengingatkan kita, kita hanya mampu menganggukkan kepala kita, bersabar dan Menampakkan  kesedihan dengan keadaan kita. Dan hanya mampu berharap sang sahabat tadi senantiasa mengingatkan kita.
Kawan, BUKAN itu yang sahabat kita itu harapkan........
Bukan anggukan-anggukan kita....
Bukan kesempatannya untuk mejadi penasihat kita selanjutnya....BUKAN.

Tapi sebuah PERUBAHAN dari diri kita......
Jika kita mengakui kita kurang, lantas kita bersabar dengan kekurangn itu, apakah itu perubahan????
Kawan selayaknya kita tahu, sang sahabat akan merasa bosan juga terus-terusan mengingatkan kita jika kita tidak mengubrisnya dengan perubahan-perubahan yang kita lakukan.
Ayolah kawan, MENGERTILAH...............
Jadilah orang yang SAMIKNA WA  ATA”NA.......
Mendengar dan melaksanakan...........
Reaksi:

0 komentar: